Menjelang summit attack atau pendakian menuju puncak gunung, kondisi tubuh mungkin sudah sangat lelah.
Mungkin setiap pendaki sangat menanti-nanti momen yang satu ini, terlepas dari bagaimana pun kondisi diri saat ini.
Ya, summit attack, artinya kita sebagai pendaki sudah 70% berhasil melakukan pendakian, tinggal sedikit lagi hingga mission completed.
Bagiku pribadi, inilah momen yang membuatku makin termotivasi ketika mendaki terlepas bagaimana pun lelahnya tubuh.
Berikut beberapa hal yang perlu diingat ketika summit attack, pendakian menuju puncak gunung:
– Lakukan pemanasan ringan sebelum melanjutkan pendakian, apalagi jika mendaki subuh untuk mengejar sunrise. Tubuh masih beradaptasi dengan suhu sekitar, dan masih sedikit menegang apalagi karena baru bangun tidur.
– Tetap makan agar ada sumber energi baru. Jangan lupa untuk tetap mengisi perut, tentu dengan yang bernutrisi dan hangat sebagai sumber energi baru untuk melanjutkan pendakian.
– Jangan lupa membawa perlengkapan yang dibutuhkan, seperti jaket, rain coat, air, cemilan, dan sebagainya.
– Meski dingin, berikan ruang gerak pada tubuh agar bisa lebih leluasa ketika bergerak. Maksudnya, ketika summit attack saat subuh bukan berarti kita harus mengenakan pakaian yang serba tebal karena justru akan memberatkan dan membatasi pergerakan, sehingga akan semakin cepat lelah.
– Ingat bahwa, mulai dari sini, pendakianmu tidak lagi sama seperti saat mendaki menuju tempat mendirikan tenda. Medan akan lebih berat, fisik dan mental akan lebih tertantang dan terkuras, dan sebagainya.
– Tetap waspada dan atur pernafasan. Jangan mentang-mentang puncak tinggal sedikit lagi, konsentrasi pendakian terganggu dan tidak lagi fokus melewati medan sekitar. Atur juga pernafasan seperti sebelumnya.
– Motivasi diri agar tekad semakin kuat; puncak tinggal sebentar lagi!
Komentar
Posting Komentar