Langsung ke konten utama

Pendakian Gunung Cirmeai

Menanjaki Gunung Ciremai 3.078 Mdpl: Menikmati Terjalnya Tanjakan Menuju Puncak Ciremai – Gunung Ceremai atau yang lebih sering di-‘oral’-kan dengan Gunung Ciremai.

Puncak Gunung Ciremai memiliki ketinggian sekitar 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl), berlokasi di tiga kabupaten yakni Cirebon, Majalengka, dan Kuningan, merupakan gunung yang memiliki puncak tertinggi di Jawa Barat.

 Selain memiliki puncak tertinggi di seluruh Jawa Barat, isu-isunya Gunung Ciremai juga merupakan gunung ‘terseram’ atau ‘terngeri’ di Jawa Barat. Kesan atau ‘label’ terseram tentu bukan tanpa alasan.

Banyak hal yang pernah terjadi di Gunung Ciremai, mungkin saja, tetapi label terseram tersebut tak membuat mental kami ciut kala itu untuk segera menaklukkannya.

Rasa penasaran kami ternyata jauh lebih besar ketimbang berbagai macam hal yang menjadi penghalang petualangan kami ke Gunung Ciremai kala itu.

Pada satu waktu di bulan Juli yang cerah aku dan 6 orang teman berkesempatan menanjaki Gunung Ciremai, meski gunung tersebut pada saat itu hanyalah alternatif dari rencana pendakian kami yang sebenarnya.

Karena kami memang tidak pernah merencanakan pendakian jauh-jauh hari sebelum hari H, akhirnya daripada semuanya sia-sia, hari itu juga kami memutuskan untuk mendaki Gunung Ciremai.

Selain karena tidak terlalu jauh dari Bandung, ongkos yang harus kami keluarkan untuk ke sana juga bisa kami hemat untuk melanjutkan pendakian ke gunung yang lain.

Intinya keputusan kami saat itu sudah tepat, dan karena lokasinya dekat dari Bandung, 2 orang teman yang lainnya bergabung.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Tips Mengurangi Penggunaan Plastik, Solusi Kebersihan Gunung.

  setiap kita menggunakan plastik, itu artinya adalah kita ikut menyumbangkan setitik benda yang tidak bisa didaur ulang untuk bumi kita. Dan jika tidak dapat didaur ulang untuk bumi kita, maka kita juga ikut tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, pemeliharaan alam dan juga hal yang paling menyeramkan adalah penumpukan plastik yang dapat merusak alam kita. Setiap kita mengurangi penggunaan plastik, maka kejadian diatas bisa kita kurangi. Maka kita harus dan wajib mengurangi penggunaan plastik untuk kebutuhan kita sehari-hari. Nah areingers, seberapa besar penggunaan plastik kalian jika mendaki gunung? Yuk kita coba untuk kurangi. - Gunakan Tas Lipat Untuk mengurangi ruang di carrier kita, biasanya kita menggunakan plastik karena bisa dilipat. Nah Areingers, kita dapat menggunakan tas lipat untuk mengurangi penggunaan plastik, sama-sama bisa dilipat, lebih aman dan juga jika digunakan bisa muat lebih banyak dibandingkan plastik, dan juga tidak mudah rusak. - Gunakan Plastik Daur...