Langsung ke konten utama

Para Pendaki Gunung Secara Solo

Anak-anak muda berbondong-bondong mendaki gunung dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah film seperti 5 cm dan Gie turut mempopulerkan kegiatan ini. Jika dalam dua film itu, terlihat pendakian gunung dilakukan secara kelompok, nyatanya terdapat orang-orang yang melakukannya seorang diri.

Pendakian secara solo memang berbahaya, namun sejumlah orang tetap melakukannya dengan berbagai persiapan. Mereka umumnya telah memiliki pengalaman melakukan pendakian yang cukup banyak sebelumnya. Sebut saja, pengamat politik Rocky Gerung, 60 tahun. Ia tercatat pernah melakukan pendakian di trek Mardi Himal di Nepal yang memiliki ketinggian 4.500 meter di atas permukaan laut.

Rocky menyatakan pendakian di Nepal menyenangkan karena turis biasa pun bisa naik sampai ke ketinggian 3-4 ribu di atas permukaan laut. “Ada tempat istirahat, kalau tak mampu naik ke ketinggian 6 ribu mdpl, bisa berhenti di 3 ribu mdpl.” Ia juga menginjakkan kaki ke Gunung Elbrus di Rusia yang memiliki ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut. Ia menyatakan saat pendakian terjadi badai dan suhunya sangat dingin serta terdapat salju yang tebal.

Di Indonesia, Rocky setidaknya pernah mendaki Gunung Semeru, Gunung Rinjani, Gunung Ciremai, Gunung Kerinci. Rocky mengilustrasikan mendaki gunung bagaikan menikmati sebuah orkestrasi musik dalam bentuk bunyi-bunyian yang ada di hutan. “Angin, ciutan burung, desis ular, lahan yang patah karena terinjak, itu semua orkestrasi.” Ia bercerita cukup sering mendaki gunung sendiri ke Gunung Gede dan Gunung Pangrango.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Tips Mengurangi Penggunaan Plastik, Solusi Kebersihan Gunung.

  setiap kita menggunakan plastik, itu artinya adalah kita ikut menyumbangkan setitik benda yang tidak bisa didaur ulang untuk bumi kita. Dan jika tidak dapat didaur ulang untuk bumi kita, maka kita juga ikut tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, pemeliharaan alam dan juga hal yang paling menyeramkan adalah penumpukan plastik yang dapat merusak alam kita. Setiap kita mengurangi penggunaan plastik, maka kejadian diatas bisa kita kurangi. Maka kita harus dan wajib mengurangi penggunaan plastik untuk kebutuhan kita sehari-hari. Nah areingers, seberapa besar penggunaan plastik kalian jika mendaki gunung? Yuk kita coba untuk kurangi. - Gunakan Tas Lipat Untuk mengurangi ruang di carrier kita, biasanya kita menggunakan plastik karena bisa dilipat. Nah Areingers, kita dapat menggunakan tas lipat untuk mengurangi penggunaan plastik, sama-sama bisa dilipat, lebih aman dan juga jika digunakan bisa muat lebih banyak dibandingkan plastik, dan juga tidak mudah rusak. - Gunakan Plastik Daur...