Langsung ke konten utama

Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Pendakian Gunung Slamet

 Mau naik Gunung Slamet tapi ogah lewat jalur itu-itu saja? Mungkin sudah saatnya kamu lewat Jalur Penakir. Pendakian Gunung Slamet via Jalur Penakir akan membuatmu merasakan sensasi yang berbeda dibanding jalur-jalur lain.

1. Bukan jalur baru

Jalur pendakian ini sebenarnya bukan jalur baru. Rute pendakian Gunung Slamet via Penakir sudah lama ada dan digunakan oleh warga, pendaki Pemalang dan sekitarnya, juga pendaki luar yang tahu tentang jalur ini. Sekarang jalur ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.


2. Akses transportasi publik yang mudah menuju base camp

Tidak terlalu sulit sebenarnya untuk menuju Base Camp Penakir. Informasinya saja yang kurang. Kalau kamu dari arah Semarang dan Jakarta, kota yang dituju adalah Pemalang.

Dari sana kamu harus lanjut ke Kecamatan Moga, melewati Kecamatan Randudongkal di Pemalang Selatan, menumpang bis kecil. Perjalanan dari Moga dilanjukan dengan pick-up sewaan menuju Base Camp Penakir. Sementara itu kalau kamu dari arah Purwokerto, naik saja bis arah Pemalang, turunlah di Randudongkal, terus lanjut ke Moga.


3. Ketersediaan air

Di jalur ini tidak ada mata air, namun ada beberapa aliran air di Pos 1 dan Pos 6 yang bisa kamu temukan di musim hujan. Sayangnya kalau musim kemarau takkan ada aliran yang akan kamu jumpai di jalur ini. Konsekuensinya kamu harus membawa kebutuhan air sesuai kebutuhan.


4. Cantigi raksasa dan padang edelweiss

Tak jauh dari Pos 5 ada pohon cantigi raksasa. Tingginya sekitar lima meter dan butuh dua rentangan tangan orang dewasa untuk melingkari pohon itu. Pohon cantigi dikenal masyarakat setempat sebagai dregel. Karena itulah Pos 5 jalur pendakian Gunung Slamet via Penakir ini diberi nama Pos Dregel.

Selain itu, setelah Pos 6 juga terdapat lorong sempit yang diapit pepohonan edelweiss lebat yang tingginya sekitar dua meter.


5. Gunakan celana panjang dan baju lengan panjang

Jalur pendakian Gunung Slamet via Penakir ini relatif rapat dari bawah sampai atas. Sepanjang jalur kamu akan menemui semak belukar, semak berduri, jelatang, hutan lamtoro yang rapat, dan padang rumput. Di musim hujan banyak pacet di jalur ini.

Jadi sangat disarankan untuk menggunakan celana panjang dan baju lengan panjang—lebih baik plus gaiter—supaya lebih aman.

pendakian gunung slamet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Tips Mengurangi Penggunaan Plastik, Solusi Kebersihan Gunung.

  setiap kita menggunakan plastik, itu artinya adalah kita ikut menyumbangkan setitik benda yang tidak bisa didaur ulang untuk bumi kita. Dan jika tidak dapat didaur ulang untuk bumi kita, maka kita juga ikut tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, pemeliharaan alam dan juga hal yang paling menyeramkan adalah penumpukan plastik yang dapat merusak alam kita. Setiap kita mengurangi penggunaan plastik, maka kejadian diatas bisa kita kurangi. Maka kita harus dan wajib mengurangi penggunaan plastik untuk kebutuhan kita sehari-hari. Nah areingers, seberapa besar penggunaan plastik kalian jika mendaki gunung? Yuk kita coba untuk kurangi. - Gunakan Tas Lipat Untuk mengurangi ruang di carrier kita, biasanya kita menggunakan plastik karena bisa dilipat. Nah Areingers, kita dapat menggunakan tas lipat untuk mengurangi penggunaan plastik, sama-sama bisa dilipat, lebih aman dan juga jika digunakan bisa muat lebih banyak dibandingkan plastik, dan juga tidak mudah rusak. - Gunakan Plastik Daur...