Langsung ke konten utama

Ekspedisi : Seminung

 MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN, ORGANISASI PECINTA ALAM MELAKSANAKAN EKSPEDISI PEMBUATAN TRANGULASI GUNUNG SEMINUNG




Kota Batu - Inisiasi organisasi pecinta alam berhasil melakukan ekspedisi pembuatan trangulasi di puncak gunung seminung, OKU Selatan, Sumatera Selatan. Ekspedisi yang dilakukan oleh 3 organisasi pecinta alam dari 3 provinsi, antara lain PALAKA UHAMKA (Jakarta), MAHEPEL UNILA (Lampung), dan PPA SEDARA (Sumatera Selatan) juga merupakan bentuk refleksi hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2020.

Ekspedisi yang memakan waktu selama 6 hari hingga tanggal 15 November 2020 ini dilaksanakan dengan jumlah anggota sebanyak 22 orang, yakni 1 anggota dari PALAKA UHAMKA, 4 anggota dari MAHEPEL UNILA, 3 anggota PPA SEDARA, dan sisanya partisipan pemuda jalan Akmal, Banding Agung.

Trangulasi sendiri merupakan tugu atau monumen penanda titik tertinggi suatu gunung. Pembangunan trangulasi di titik tertinggi bumi "serasan seandanan" ini didirikan di ketinggian 1881 meter di atas permukaan laut dengan material dasar seperti semen, pasir, batu kerikil, batu split, besi, papan, dan marmer.

Dalam ekspedisi ini, tim ekspedisi memiliki beberapa kendala seperti tidak adanya sumber air di sepanjang jalur, trek atau medan gunung seminung yang sangat rumit dan terjal, serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Pemilihan gunung seminung sebagai lokasi ekspedisi ini dikarenakan gunung seminung merupakan gunung yang dapat terlihat dari 3 provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu. Gunung seminung juga merupakan satu-satunya gunung di sumatera selatan yang terdapat bunga edelweis, yakni edelweis sumatera (Anaphalis longofilia). Di samping itu gunung ini juga dikatakan masih sedikit pendaki.

Ekspedisi ini juga melibatkan beberapa pihak, di antaranya bupati OKU Selatan, dinas pariwisata & kebudayaan OKU Selatan, dinas pertanian & kehutanan OKU Selatan, camat Kota Batu, dan pemerintah setempat lainnya. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan dari ekspedisi ini, yakni untuk membantu memajukan pariwisata di OKU Selatan, khususnya gunung seminung.

Gunung seminung merupakan gunung yang termasuk ke dalam kawasan hutan lindung karena terdapat beberapa fauna dan flora langka khas pulau sumatera, seperti elang sumatera (Ictinaetus malaiensis), siamang (Symphalangus syndactylus),

kokah (Presbytis femoralis femoralis), simpai (Presbytis melalophos), langur (Presbytis sumatrana), lutung sumatera (Presbytis mitrata), kantung semar sumatera (Nephentes spectabilis), dan lemo (Litsea cubeba).

Selain pembuatan trangulasi di puncak, tim ekspedisi juga melakukan pemetaan jalur pendakian gunung seminung dari desa Kota Batu (Sumatera Selatan) ke desa Lombok (Lampung Barat), serta lokasi flora dan fauna endemik itu ditemukan.

Pencapaian ini merupakan yang pertama di pulau Sumatera dan yang kedua di Indonesia, setelah Sulawesi tepatnya di gunung latimojong dimana ekspedisi yang murni keseluruhannya dilakukan oleh anggota dari organisasi pecinta alam.

Ekspedisi pembuatan trangulasi ini diharapkan dapat memperkuat rasa menghargai jasa para pahlawan dan menumbuhkan rasa cinta serta kepedulian terhadap alam, bangsa, dan negara.

"Bersaksi gunung seminung, bercermin danau ranau."

#CatatanEkspedisi
#SalamLestari
#SalamEkspedisi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Tips Mengurangi Penggunaan Plastik, Solusi Kebersihan Gunung.

  setiap kita menggunakan plastik, itu artinya adalah kita ikut menyumbangkan setitik benda yang tidak bisa didaur ulang untuk bumi kita. Dan jika tidak dapat didaur ulang untuk bumi kita, maka kita juga ikut tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, pemeliharaan alam dan juga hal yang paling menyeramkan adalah penumpukan plastik yang dapat merusak alam kita. Setiap kita mengurangi penggunaan plastik, maka kejadian diatas bisa kita kurangi. Maka kita harus dan wajib mengurangi penggunaan plastik untuk kebutuhan kita sehari-hari. Nah areingers, seberapa besar penggunaan plastik kalian jika mendaki gunung? Yuk kita coba untuk kurangi. - Gunakan Tas Lipat Untuk mengurangi ruang di carrier kita, biasanya kita menggunakan plastik karena bisa dilipat. Nah Areingers, kita dapat menggunakan tas lipat untuk mengurangi penggunaan plastik, sama-sama bisa dilipat, lebih aman dan juga jika digunakan bisa muat lebih banyak dibandingkan plastik, dan juga tidak mudah rusak. - Gunakan Plastik Daur...