MEMPERINGATI HARI PAHLAWAN, ORGANISASI PECINTA ALAM MELAKSANAKAN EKSPEDISI PEMBUATAN TRANGULASI GUNUNG SEMINUNG
Ekspedisi yang memakan waktu selama 6 hari hingga tanggal 15 November 2020 ini dilaksanakan dengan jumlah anggota sebanyak 22 orang, yakni 1 anggota dari PALAKA UHAMKA, 4 anggota dari MAHEPEL UNILA, 3 anggota PPA SEDARA, dan sisanya partisipan pemuda jalan Akmal, Banding Agung.
Trangulasi sendiri merupakan tugu atau monumen penanda titik tertinggi suatu gunung. Pembangunan trangulasi di titik tertinggi bumi "serasan seandanan" ini didirikan di ketinggian 1881 meter di atas permukaan laut dengan material dasar seperti semen, pasir, batu kerikil, batu split, besi, papan, dan marmer.
Dalam ekspedisi ini, tim ekspedisi memiliki beberapa kendala seperti tidak adanya sumber air di sepanjang jalur, trek atau medan gunung seminung yang sangat rumit dan terjal, serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Pemilihan gunung seminung sebagai lokasi ekspedisi ini dikarenakan gunung seminung merupakan gunung yang dapat terlihat dari 3 provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu. Gunung seminung juga merupakan satu-satunya gunung di sumatera selatan yang terdapat bunga edelweis, yakni edelweis sumatera (Anaphalis longofilia). Di samping itu gunung ini juga dikatakan masih sedikit pendaki.
Ekspedisi ini juga melibatkan beberapa pihak, di antaranya bupati OKU Selatan, dinas pariwisata & kebudayaan OKU Selatan, dinas pertanian & kehutanan OKU Selatan, camat Kota Batu, dan pemerintah setempat lainnya. Hal ini berkaitan dengan salah satu tujuan dari ekspedisi ini, yakni untuk membantu memajukan pariwisata di OKU Selatan, khususnya gunung seminung.
Gunung seminung merupakan gunung yang termasuk ke dalam kawasan hutan lindung karena terdapat beberapa fauna dan flora langka khas pulau sumatera, seperti elang sumatera (Ictinaetus malaiensis), siamang (Symphalangus syndactylus),
kokah (Presbytis femoralis femoralis), simpai (Presbytis melalophos), langur (Presbytis sumatrana), lutung sumatera (Presbytis mitrata), kantung semar sumatera (Nephentes spectabilis), dan lemo (Litsea cubeba).
Selain pembuatan trangulasi di puncak, tim ekspedisi juga melakukan pemetaan jalur pendakian gunung seminung dari desa Kota Batu (Sumatera Selatan) ke desa Lombok (Lampung Barat), serta lokasi flora dan fauna endemik itu ditemukan.
Pencapaian ini merupakan yang pertama di pulau Sumatera dan yang kedua di Indonesia, setelah Sulawesi tepatnya di gunung latimojong dimana ekspedisi yang murni keseluruhannya dilakukan oleh anggota dari organisasi pecinta alam.
Ekspedisi pembuatan trangulasi ini diharapkan dapat memperkuat rasa menghargai jasa para pahlawan dan menumbuhkan rasa cinta serta kepedulian terhadap alam, bangsa, dan negara.
"Bersaksi gunung seminung, bercermin danau ranau."
#CatatanEkspedisi
#SalamLestari
#SalamEkspedisi

Komentar
Posting Komentar