Langsung ke konten utama

Mau Mendaki Gunung Saat New Normal, Perhatikan 3 Aturan Ini




mendaki gunung merupakan aktivitas atau kegiatan di alam terbuka yang kini banyak dilakukan oleh sejumlah orang, mulai dari remaja hingga orang dewasa pun banyak melakukan pendakian di gunung - gunung indonesia. 

Hanya saja, sebelum benar-benar mendaki gunung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Spesialis kedokteran olahraga dari Royal Sports Performance Centre, Sophia Hage mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Sebab itu, setiap orang, termasuk pendaki gunung menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Ada risiko untuk diri sendiri dan orang lain. Jadi tanggung jawab ini bukan di satu pihak saja," kata Sophia Hage dalam acara bincang daring bertema 'Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi' bersama Federasi Mountaineering Indonesia, Kamis, 25 Juni 2020. mendaki gunung merupakan aktivitas atau kegiatan di alam terbuka yang kini banyak dilakukan oleh sejumlah orang, mulai dari remaja hingga orang dewasa pun banyak melakukan pendakian di gunung - gunung indonesia. 

1. Sendiri atau berkelompok

Sophia Hage mengatakan mendaki gunung sendiri atau berkelompok akan mempengaruhi risiko penularan Covid-19. Pada prinsipnya, menurut dia, aktivitas mendaki gunung masuk kategori risiko infeksi penularan yang sedang.Namun kategori ini bisa menjadi tinggi jika pendaki mengabaikan beberapa perilaku. Misalkan saat menggunakan fasilitas umum, seperti toilet, meja dan kursi yang digunakan bersamaan, dan lainnya.

"Kerumunan lebih dari lima orang juga termasuk risiko agak tinggi," katanya. Bila mendaki secara berkelompok, usahakan tidak lebih dari lima orang. Dan sangat dianjurkan orang dalam satu kelompok itu tinggal di rumah yang sama atau setidaknya menetap dalam zona yang sama.

2. Masker 

Penggunaan masker tetap dianjurkan selama naik gunung. Namun jika pendaki mengalami kelelahan dan napasnya terengah-engah sampai kesulitan bicara, maka turunkan masker. Kondisi ini bisa terjadi saat melewati jalur yang sulit dan menguras energi. "Turunkan masker, turunkan kecepatan, dan langsung jaga jarak," kata dia.

Para pendaki gunung juga disarankan membawa masker cadangan. Sophia menjelaskan, masker membuat aliran udara yang dihirup menjadi berkurang dan udara di sisi dalam lebih lembap. "Karena itu, penting untuk membawa masker tambahan. Tidak cukup hanya satu atau dua saja," ucap dia. Langsung ganti masker saat terasa basah. Masker bakas pakai disimpan secara terpisah di dalam kantong.

3. menjaga jarak

Jika memungkinkan gunakan selalu masker selama proses pendakian. Kalaupun harus membuka masker dalam kondisi kelelahan dan terengah-engah tadi, langsung menjauh dari orang di sekitar. "Menjaga jarak tak cukup satu meter, tapi langsung dua meter antara orang di depan dan belakang," ujar Sophie.

Dalam kondisi ini, orang tersebut boleh menurunkan masker. Dan jarak yang begitu jauh tersebut, Sophie menjelaskan, diperlukan karena embusan napas akan lebih dalam dan kencang atau keras. "Maka itu, jangan bergerombol."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan Tempat Camping Keluarga di Bandung.

  Siapa nih yang akhir tahun ini akan berlibur bersama keluarga? camping keluarga? kenapa tidak? bisa banget dilakukan loh gengs. Wisata Camping keluarga sekarang sedang banyak digandrungi oleh seluruh kalangan. Pasalnya, camping keluarga ini dapat dilakukan tidak hanya di Gunung saja, tetapi di camping ground yang ada di sekitar kita. Coba, yuk saya tunjukin beberapa rekomendasi tempat yang cocok untuk camping keluarga di Bandung. Gunung Putri, Lembang Anak gaul Bandung pasti tau nih gunung putri, lembang. Di lembang, ada sebuah tempat camping yang dinamakan gunung Putri. tempat ini cocok sekali untuk kalian yang ingin bercamping ria bersama keluarga, kenapa? suasana gunung nya sudah jelas tidak perlu diragukan lagi, udara pegunungan pun mantap sekali, dan ditemani pemandangan  city light  yang indah pun menjadi daya tarik tersendiri loh Areingers. Tempatnya pun tidak terlalu sulit di jangkau. Tempat parkir baik untuk motor atau mobil pun tersedia. Jadi ini merupakan tem...

Bukti Kekayaan di Tanah Papua, Danau Sentani.

  pernahkah kalian ke Wilayah Indonesia paling Timur, Papua? Tanah papua memang sangat mengesankan, langit yang berbeda di banding wilayah Indonesia manapun, bukan hanya itu. Sumber daya Alam yang sangat indah ini menjadi daya tarik bagi semua orang, tidak hanya orang Indonesia loh, Wisatawan Internasional pun berdatangan ke Papua hanya untuk menikmati kekayaan alam Indonesia ini. Di tanah Papua, Danau Sentani merupakan salah satu keindahan alam yang patut dinikmati selain Raja Ampat ya Areingers. Jadi jangan cuma kenal Raja Ampatnya saja nih.. masih banyak keindahan alam di tanah Papua. Danau sentani berada tidak hauh dari ibu kota Papua. Danau sentani memiliki luas 9.360 hektar dengan ketinggian 75 MPDL. dan yang mengesankan adalah dikelilingi oleh 22 pulau yang sangat indah, biru nya air di danau ini menjamin kenikmatan yang hakiki untuk kalian  Apa saja yang bisa kalian lakukan di kawasan Danau Sentani? Bukan hanya berenang atau bermain di sekitar danau loh areingers. Kali...

KALIMAT YANG BIASA DI DENGAR SAAT NAIK GUNUNG.

Nah teman-teman saya ingin sharing lagi nih tentang pengalaman saya mendaki gunung tapi yang akan saya bagikan pada kalian adalah ucapan-ucapan kan yang sering terdengar saat kita mendaki gunung yuk langsung saja let's go. jika Biasanya kita mendaki gunung itu secara bersama-sama pastinya juga kita berjalan secara berbaris nah biasanya kata-kata ini pasti keluar nih yaitu “ Masih lama gak ”  nah biasanya kata-kata masih lama enggak ini muncul untuk orang-orang yang berada di barisan belakang.  pastinya orang itu sudah merasa kecapekan tuh pasti hehehe.  dan juga  sama jenisnya kata Masih lama nggak pastinya ada juga yang meluncurkan kata-kata “masih jauh gak”  kata masih jauh nggak ini juga pastinya sering keluar atau sering kita dengar ketika kita mendaki gunung  sudah bicara begitu xixixi Nah kalau kita bertemu orang lain yang tidak dikenal pastinya kita sering bertanya atau meluarkan kalimat seperti ini “pos berikutnya masih jauh mas?”  biasanya ora...