Langsung ke konten utama

Empat Hal yang Harus Dilakukan Pendaki Gunung Bertanggung Jawab

 



Banyak petualang selalu beranggapan belum sah dianggap sebagai pencinta alam jika belum menjadi pendaki gunung. Jadi pendaki gunung itu nggak susah-susah amat. Yang susah itu adalah menjadi pendaki yang bertanggung jawab. Kenapa? Soalnya, untuk menjadi pendaki gunung yang bertanggung jawab kamu mesti melakukan sekurang-kurangnya empat hal berikut:

1. Mengelola sampah dengan baik.

Pendaki yang bertanggung jawab akan mengelola sampahnya dengan baik. Dia nggak bakal membiarkan sampah yang dibawanya dari bawah bikin gunung jadi kotor.

Kenapa? Soalnya dia sadar kalau sampah yang dibuang itu bakalan bertahan lama di gunung. Dia juga sadar bahwa, selain merusak penampilan “fisik” gunung, sampah-sampah itu juga bakalan berdampak pada ekosistem hutan.

2. Menghargai sesama pendaki.

Pendaki yang bertanggung jawab akan menghargai sesama pendaki. Sekurang-kurangnya ia akan menyapa pendaki lain yang berpapasan sama dia di gunung, bukan cuma jalan sambil melengos saja. Sebaliknya, kalau disapa dia akan balas menyapa.

Di kamp, dia bakalan jaga sikap supaya nggak mengganggu pendaki lain. Pas malam sudah larut, dia bakalan menjaga suaranya supaya nggak mengganggu para pendaki lain yang sedang istirahat setelah capek jalan seharian.

3. Menghargai alam dan para penghuninya

Pendaki yang bertanggung jawab sadar bahwa alam nggak kosong. Ia tahu bahwa gunung hutan itu adalah sebuah ekosistem, sebuah tempat di mana makhluk hidup—hewan dan tumbuhan—berinteraksi satu sama lain.

Makanya ia begitu menghargai alam dan makhluk-makhluk yang menghuninya, entah hewan ataupun tumbuhan. Dia nggak bakal seenaknya memotong dahan segar atau memetik bunga atau memburu hewan-hewan yang dilindungi atau trekking potong kompas padahal jalur resmi sudah disediakan.

4. Nggak pernah berhenti belajar.

Pendaki yang bertanggung jawab adalah pendaki yang nggak pernah berhenti belajar. Ia sadar bahwa suatu saat, ketika berada dalam situasi sulit, pengetahuan-pengetahuan yang ia miliki itu akan sangat membantunya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan.

Cara seorang pendaki gunung yang bertanggung jawab untuk belajar bermacam-macam. Bisa dengan mencari referensi dari buku atau video, bisa juga dengan mengobrol dengan rekan-rekan yang lebih berpengalaman darinya.

Gimana, Sob? Minat jadi pendaki gunung yang bertanggung jawab?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Pilihan Tempat Camping Keluarga di Bandung.

  Siapa nih yang akhir tahun ini akan berlibur bersama keluarga? camping keluarga? kenapa tidak? bisa banget dilakukan loh gengs. Wisata Camping keluarga sekarang sedang banyak digandrungi oleh seluruh kalangan. Pasalnya, camping keluarga ini dapat dilakukan tidak hanya di Gunung saja, tetapi di camping ground yang ada di sekitar kita. Coba, yuk saya tunjukin beberapa rekomendasi tempat yang cocok untuk camping keluarga di Bandung. Gunung Putri, Lembang Anak gaul Bandung pasti tau nih gunung putri, lembang. Di lembang, ada sebuah tempat camping yang dinamakan gunung Putri. tempat ini cocok sekali untuk kalian yang ingin bercamping ria bersama keluarga, kenapa? suasana gunung nya sudah jelas tidak perlu diragukan lagi, udara pegunungan pun mantap sekali, dan ditemani pemandangan  city light  yang indah pun menjadi daya tarik tersendiri loh Areingers. Tempatnya pun tidak terlalu sulit di jangkau. Tempat parkir baik untuk motor atau mobil pun tersedia. Jadi ini merupakan tem...