Langsung ke konten utama

Prosedur Pendakian Gunung Ciremai Di Era New Normal

 Pendakian Gunung Ciremai hingga kini belum dibuka kembali. Pengelola \baru mengizinkan wisatawan dapat berkegiatan wisata alam yaitu trekking untuk satu hari. Dilansir dari akun Instagram resmi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) gunung_ciremai, pendaki diminta bersabar dan menunggu info resmi terkait pembukaan jalur pendakian. Sembari menunggu pembukaan, ada baiknya pendaki mempersiapkan dan memahami apa saja prosedur pendakian Gunung Ciremai saat new normal.

Melalui akun Instagramnya, TNGC mengeluarkan informasi panduan kemah 2 hari 1 malam Gunung Ciremai saat era new normal. Lantas apa saja panduan yang perlu diketahui calon pendaki?

Berikut saya coba rangkum panduan kemah 2 hari 1 malam Gunung Ciremai new normal :
1.Registrasi offline di loket pada jam layanan pukul 09.00-15.00 WIB 
2.Membawa kartu identitas seperti KTP, SIM atau Kartu Pelajar atau Mahasiswa 
3.Membawa surat keterangan bebas Covid-19 bagi Warga Negara Asing dan warga di luar Kuningan, Majalengka, dan Cirebon 
4.Menggunakan masker wajah sekali pakai 
5.Jangan menyentuh wajah dengan tangan 
6.Menjaga etika batuk dan bersin, menutupnya dengan siku bagian dalam Menghindari kontak fisik dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter 
7.Menghindari penggunaan alat yang dipakai bergantian 
8.Rajin cuci tangan dengan sabun cair dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer 
9.Memastikan badan sehat dengan suhu kurang dari 37,5 derajat celsius J
10.ika sakit segera melapor kepada petugas 
11.Membawa perlengkapan dan logistik berkemah sendiri atau tidak menyewa 
12.Mendirikan tenda dengan jarak 10 meter antar tenda Setiap tenda digunakan maksimal 2 orang

Sebelumnya, TNGC telah menerima kembali kunjungan wisata, tetapi hanya untuk kegiatan wisata alam trekking dan pembukaan kantin. Kepala Balai TNGC, Kuswandono mengatakan, TNGC dibuka mulai Jumat 26 Juni untuk tempat wisata yang ada di Kabupaten Kuningan, sedangkan Sabtu 27 Juni dibuka untuk Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Pilihan Tempat Camping Keluarga di Bandung.

  Siapa nih yang akhir tahun ini akan berlibur bersama keluarga? camping keluarga? kenapa tidak? bisa banget dilakukan loh gengs. Wisata Camping keluarga sekarang sedang banyak digandrungi oleh seluruh kalangan. Pasalnya, camping keluarga ini dapat dilakukan tidak hanya di Gunung saja, tetapi di camping ground yang ada di sekitar kita. Coba, yuk saya tunjukin beberapa rekomendasi tempat yang cocok untuk camping keluarga di Bandung. Gunung Putri, Lembang Anak gaul Bandung pasti tau nih gunung putri, lembang. Di lembang, ada sebuah tempat camping yang dinamakan gunung Putri. tempat ini cocok sekali untuk kalian yang ingin bercamping ria bersama keluarga, kenapa? suasana gunung nya sudah jelas tidak perlu diragukan lagi, udara pegunungan pun mantap sekali, dan ditemani pemandangan  city light  yang indah pun menjadi daya tarik tersendiri loh Areingers. Tempatnya pun tidak terlalu sulit di jangkau. Tempat parkir baik untuk motor atau mobil pun tersedia. Jadi ini merupakan tem...