Langsung ke konten utama

Mengapa Mendaki Gunung?

 ika tanya pendapatku soal ini, bagiku mendaki gunung adalah “sebuah kepuasan mewah yang wajib dilakukan semasa muda.”

Walaupun hak kalian juga untuk memutuskan naik gunung setelah rada tua nanti. Tapi itulah, mendaki gunung itu adalah kepuasan.

Kepuasan yang mewah bukan berarti kamu harus beli perlengkapan mendaki berharga mahal agar ‘penderitaan’ ketika naik gunung nanti akan minim terasa, beli perbekalan yang mewah, dan sebagainya. Bukan begitu.

Terlepas dari rasa sakit yang pasti kita rasakan nantinya, proses mencapai puncak dan tiba di rumah dengan selamat adalah esensi dari mendaki gunung. Dan terlepas dari berhasil-tidaknya kita mencapai puncak, pulang ke rumah dengan selamat tetaplah nomor 1.

Dan yang lainnya; sedikit gambaran tentang perjuangan hidup, keindahan alam, kekompakan, dan kepedulian terhadap sesama dan alam akan terasa begitu dalam ketika mendaki gunung.

Ketika mendaki gunung, siapa pun kamu dan dari mana pun asalmu tidaklah penting.

‘Wajib’ bukan kata yang tepat. Bayar pajak, buang sampah pada tempatnya, itu baru wajib. Kamu tidak pernah wajib untuk mendaki gunung.

Mendaki gunung hanyalah pilihan; pilihan yang menurutku perlu kamu ambil kalau kamu ingin tahu ‘kepuasan mewah’ yang kumaksud tadi.

Jangan jadikan ajakan teman, narsisme di Instagram dan media sosial lain, gengsi, dan hal-hal lain sebagai ‘hal-hal’ yang membuatmu merasa wajib untuk mendaki gunung.

Percayalah, kamu tidak akan terlihat keren jika motivasimu untuk mendaki hanyalah hal-hal yang baru disebutkan tadi.

Jadikan mendaki gunung sebagai sebuah pilihan yang kamu ambil dengan kesadaran penuh karena kamu yakin dengan pilihan itu, bukan sebagai kewajiban.

Dengan begini, mendaki gunung akan terasa jauh lebih nikmat di atas segala penderitaan yang ada nantinya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Tips Mengurangi Penggunaan Plastik, Solusi Kebersihan Gunung.

  setiap kita menggunakan plastik, itu artinya adalah kita ikut menyumbangkan setitik benda yang tidak bisa didaur ulang untuk bumi kita. Dan jika tidak dapat didaur ulang untuk bumi kita, maka kita juga ikut tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, pemeliharaan alam dan juga hal yang paling menyeramkan adalah penumpukan plastik yang dapat merusak alam kita. Setiap kita mengurangi penggunaan plastik, maka kejadian diatas bisa kita kurangi. Maka kita harus dan wajib mengurangi penggunaan plastik untuk kebutuhan kita sehari-hari. Nah areingers, seberapa besar penggunaan plastik kalian jika mendaki gunung? Yuk kita coba untuk kurangi. - Gunakan Tas Lipat Untuk mengurangi ruang di carrier kita, biasanya kita menggunakan plastik karena bisa dilipat. Nah Areingers, kita dapat menggunakan tas lipat untuk mengurangi penggunaan plastik, sama-sama bisa dilipat, lebih aman dan juga jika digunakan bisa muat lebih banyak dibandingkan plastik, dan juga tidak mudah rusak. - Gunakan Plastik Daur...