Langsung ke konten utama

Inilah 7 Tumbuhan yang Bisa Dimakan di Gunung dan Hutan

 Para penggiat alam bebas, terutama pengelana gunung dan hutan, pasti selalu berusaha melakukan persiapan matang supaya kegiatan bisa sukses.

Selain persiapan-persiapan standar seperti persiapan fisik dan riset kecil-kecilan mengenai lokasi, akses, dan biaya, yang tak kalah penting adalah kemampuan untuk mengenali tumbuhan-tumbuhan yang bisa dimakan di gunung dan hutan kalau mereka terpaksa harus survival.

Sebagai bekal pengetahuan, tak ada salahnya bagimu untuk belajar mengenali tujuh tumbuhan di gunung dan hutan yang bisa dimakan berikut:

1. Rotan

Rotan yang biasanya dijadikan bahan baku kerajinan tangan atau meubel ternyata bisa dikonsumsi. Hanya saja, untuk mengonsumsinya perlu sedikit proses, yakni memotong pucuknya kemudian dibakar agar getah putihnya bisa keluar.

Setelah getah putih keluar, kamu harus mengupas kulitnya. Nah, bagian tengahnya kemudian siap untuk dikonsumsi. Rasanya memang sedikit pahit. Namun, plusnya, rotan ternyata dipercaya berkhasiat untuk mencegah malaria.

2. Honje

tumbuhan yang bisa dimakan di gunung dan hutan

Honje, biasa disebut kecombrang, adalah salah satu tanaman rempah yang menarik sebab punya daun dan bunga yang sangat cantik. Jika sudah masak, bunga honje berwarna merah kehitaman dan bisa langsung dimakan. Menariknya, bunga honje bisa mengurangi dehidrasi.

Cara memakannya pun mudah, cukup dikupas. Bijinya mirip jambu delima. Rasanya manis-asam. Jika belum masak, rasanya asam dan sedikit pahit. Sebenarnya bunga honje yang belum masak pun bisa dikonsumsi, yakni dijadikan campuran dalam sayur asem seperti biasa ditemukan di daerah Pekalongan.

3. Murbei atau arbei

Murbei atau arbei juga tumbuh di ketinggian. Makanya saat mendaki kamu akan sering menjumpai tumbuhan di gunung dan hutan yang bisa dimakan ini.

Sekilas buah ini tampak seperti stroberi. Namun, bukannya padat, bagian dalam murbei kosong seperti kantong. Rasanya asam-manis dan berair. Tentu saja memakan satu atau dua murbei saat mendaki akan bisa menghilangkan sedikit dahaga.

4. Cantigi

tumbuhan yang bisa dimakan di gunung dan hutan

Tumbuhan di gunung dan hutan yang satu ini sering kamu temukan saat mendaki. Ia hidup di ketinggian di atas 1.000 mdpl. Ternyata selain daun tumbuhan ini juga punya bunga dan buah.

Daunnya berwarna hijau tua dan merah. Daun yang berwarna merah ini berada di ujung tangkai dan bisa langsung dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu.

5. Ilalang atau alang-alang

Kamu semua pasti menyangka tumbuhan ilalang tak bisa dikonsumsi. Ternyata bisa. Bagian ilalang yang bisa dimakan adalah yang paling bawah dekat akar. Kamu bisa mengunyahnya seperti makan tebu.

Rasanya manis dan bisa dijadikan sebagai pengganti zat gula. Selain itu ilalang juga bisa dijadikan sebagai obat diare dan mimisan.

6. Pohpohan

tumbuhan yang bisa dimakan di gunung dan hutan

Poh-pohan juga banyak hidup di daerah ketinggian. Biasanya pohpohan tumbuh tak jauh dari jalur pendakian. Daun pohpohan juga bisa langsung dikonsumsi. Masyarakat Sunda biasanya menyantap daun ini sebagai lalapan.

Namun ternyata selain memiliki rasa yang unik dan aroma yang wangi, pohpohan juga punya banyak khasiat, misalnya meredakan nyeri otot.

7. Senggani atau harendong bulu

Tumbuhan yang bisa dimakan di gunung dan hutan ini penampilannya mirip dengan pohpohan. Hanya saja harendong punya sedikit bulu di daun.

Namun tak seperti pohpohan yang bisa dimakan langsuung, daun senggani perlu direbus untuk menghilangkan bulu yang menempel di daun. Selain untuk meredakan lapar, senggani ternyata juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi perdarahan pada luka sayat.

Itulah tujuh tumbuhan di gunung dan hutan yang bisa dimakan. Tapi, meskipun sudah tahu tumbuhan-tumbuhan apa saja yang bisa dimakan di gunung, jangan terlena. Kamu tetap mesti bawa bekal dari bawah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilihan Tempat Camping Keluarga di Bandung.

  Siapa nih yang akhir tahun ini akan berlibur bersama keluarga? camping keluarga? kenapa tidak? bisa banget dilakukan loh gengs. Wisata Camping keluarga sekarang sedang banyak digandrungi oleh seluruh kalangan. Pasalnya, camping keluarga ini dapat dilakukan tidak hanya di Gunung saja, tetapi di camping ground yang ada di sekitar kita. Coba, yuk saya tunjukin beberapa rekomendasi tempat yang cocok untuk camping keluarga di Bandung. Gunung Putri, Lembang Anak gaul Bandung pasti tau nih gunung putri, lembang. Di lembang, ada sebuah tempat camping yang dinamakan gunung Putri. tempat ini cocok sekali untuk kalian yang ingin bercamping ria bersama keluarga, kenapa? suasana gunung nya sudah jelas tidak perlu diragukan lagi, udara pegunungan pun mantap sekali, dan ditemani pemandangan  city light  yang indah pun menjadi daya tarik tersendiri loh Areingers. Tempatnya pun tidak terlalu sulit di jangkau. Tempat parkir baik untuk motor atau mobil pun tersedia. Jadi ini merupakan tem...

Bukti Kekayaan di Tanah Papua, Danau Sentani.

  pernahkah kalian ke Wilayah Indonesia paling Timur, Papua? Tanah papua memang sangat mengesankan, langit yang berbeda di banding wilayah Indonesia manapun, bukan hanya itu. Sumber daya Alam yang sangat indah ini menjadi daya tarik bagi semua orang, tidak hanya orang Indonesia loh, Wisatawan Internasional pun berdatangan ke Papua hanya untuk menikmati kekayaan alam Indonesia ini. Di tanah Papua, Danau Sentani merupakan salah satu keindahan alam yang patut dinikmati selain Raja Ampat ya Areingers. Jadi jangan cuma kenal Raja Ampatnya saja nih.. masih banyak keindahan alam di tanah Papua. Danau sentani berada tidak hauh dari ibu kota Papua. Danau sentani memiliki luas 9.360 hektar dengan ketinggian 75 MPDL. dan yang mengesankan adalah dikelilingi oleh 22 pulau yang sangat indah, biru nya air di danau ini menjamin kenikmatan yang hakiki untuk kalian  Apa saja yang bisa kalian lakukan di kawasan Danau Sentani? Bukan hanya berenang atau bermain di sekitar danau loh areingers. Kali...

KALIMAT YANG BIASA DI DENGAR SAAT NAIK GUNUNG.

Nah teman-teman saya ingin sharing lagi nih tentang pengalaman saya mendaki gunung tapi yang akan saya bagikan pada kalian adalah ucapan-ucapan kan yang sering terdengar saat kita mendaki gunung yuk langsung saja let's go. jika Biasanya kita mendaki gunung itu secara bersama-sama pastinya juga kita berjalan secara berbaris nah biasanya kata-kata ini pasti keluar nih yaitu “ Masih lama gak ”  nah biasanya kata-kata masih lama enggak ini muncul untuk orang-orang yang berada di barisan belakang.  pastinya orang itu sudah merasa kecapekan tuh pasti hehehe.  dan juga  sama jenisnya kata Masih lama nggak pastinya ada juga yang meluncurkan kata-kata “masih jauh gak”  kata masih jauh nggak ini juga pastinya sering keluar atau sering kita dengar ketika kita mendaki gunung  sudah bicara begitu xixixi Nah kalau kita bertemu orang lain yang tidak dikenal pastinya kita sering bertanya atau meluarkan kalimat seperti ini “pos berikutnya masih jauh mas?”  biasanya ora...