Langsung ke konten utama

Tips Mendaki Gunung: Saat Pendakian

 

Mulai Pendakian

Nah, jika segala persiapan sudah disiapkan dengan baik dan lengkap, sekarang saatnya mendaki gunung.

Kabari orang tua, rekan, dan kerabat lainnya mengenai pendakian ini dan estimasi waktu pendakian hingga kalian tiba di rumah.

Lakukan pemanasan, berdoa, dan mulai pendakian secara perlahan, jangan langsung terburu-buru mendaki di awal pendakian.

Berikut tips mendaki gunung yang bisa dilakukan selama pendakian agar tidak cepat letih dan kondisi tubuh tetap terjaga, dan tentunya agar ‘aman’:

– Mulai secara perlahan. Tidak usah terlalu buru-buru. Hemat tenaga selama pendakian karena pendakian sangat memakan tenaga dan waktu.

– Atur pola pernafasan. Usahakan agar mulut tertutup dan andalkan pernafasan dari hidung sepanjang pendakian. Hindari ngobrol dengan teman pendaki jika mungkin agar tidak cepat lelah.

– Kalau butuh istirahat langsung laporkan kepada rekan pendaki! Jangan ada gengsi dalam pendakian. Ingat, ketika mendaki gunung, nyawamu yang dipertaruhkan. Jika memang sudah lelah dan butuh istirahat, katakan kepada rekan pendakimu.

Terutama bagi yang punya penyakit dan alergi, jangan gengsi jika memang butuh jeda sesaat. Penting!

– Hindari duduk apalagi tidur-tiduran saat beristirahat di tengah pendakian. Usahakan agar tetap berdiri sembari beristirahat di tempat.

Ini gunanya agar kondisi tubuh yang sudah terlanjur ‘terbiasa’ dengan pendakian saat itu tidak kembali menegang.

Di awal memang terasa sangat melelahkan karena tubuh masih bisa dibilang ‘terkejut’ dengan aktivitas pendakian. Ketika tubuh sudah beradaptasi dengan aktivitas, kondisi tubuh akan lebih fit dan kita pun lebih menikmati proses pendakian.

– Jangan terlalu banyak makan dan minum. Frekuensinya tidak masalah, asal porsinya jangan terlalu banyak agar tidak ada gangguan terasa di perut ketika mendaki.

– Berjalan beriringan dalam pola sebaris seperti rombongan anak bebek. Hal ini perlu dilakukan agar rombongan tidak terpisah dan jalur pendakian muat untuk rombonganmu dan rombongan lain, terutama agar tidak mengganggu rombongan lain.

– Jika berjalan lambat, berikan rombongan lain untuk mendahului.

– Jangan sombong dan sok jagoan dalam pendakian! Tetap berjalan di jalur yang sudah ditentukan, jangan menyimpang ke jalur lain apalagi hanya untuk show-off.

Mendakilah hanya di jalur yang sudah ditentukan oleh panitia pengelola gunung. Sudah banyak kejadian orang tersesat dan hilang di gunung karena menyimpang dari jalur pendakian yang sudah ditentukan sebelumnya.

– Jangan petik apalagi merusak flora yang ada di sepanjang jalur pendakian ya! Selama aku mendaki, sudah beberapa kali kejadian di mana bunga-bunga edelweiss tidak lagi berada di pohonnya, rusak, dan keindahannya pun ternodai.

Kan ngga enak dilihat sama yang lain, jadi jangan rusak flora jenis apapun yang ada di sekitarmu!
Orang-orang yang jauh-jauh dan repot-repot datang dan mendaki gunung juga pengen melihat keindahan tanaman-tanaman hutan yang ada di sana, jadi jangan kau rusak!

– Gunakan perlengkapan yang sudah dibawa jika sudah diperlukan, misalnya cemilan untuk di jalan, bivak ketika hujan di tengah pendakian, masker, rain coat, senter, sarung tangan fingerless, dan sebagainya.

– Jangan makan tanaman atau buah-buahan sembarangan, terutama yang tidak familiar.

– Jangan ganggu binatang entah itu binatang liar hingga serangga jika memang berjumpa saat pendakian. Terutama, jangan ganggu habitatnya.

– Interaksi dengan pendaki lain dan tetap sopan.  Tips mendaki gunung ini juga penting. Dari pengalamanku, ketika aku kehabisan air, pendaki lainlah yang memberikanku cadangan air. Mereka juga rela memberikan stok makanan mereka jika kita butuh. Begitu pun sebaliknya, dan tentu seharusnya, kita kepada mereka.

Jaga interaksi, tata kerama dan kesopanan selama pendakian. Jika sesuatu terjadi pada kita dan rombongan, pendaki lain juga pasti rela membantu.

Kesopanan juga perlu dijaga karena, setiap gunung punya ‘aturan tak tertulis’ masing-masing yang harus kita pahami dan taati.

– Agar semakin termotivasi saat pendakian, ingatlah bahwa semakin cepat sampai di pos tujuan maka semakin cepat pula kalian beristirahat sembari menikmati makanan dan minuman hidangan.

Tapi jangan terlalu terburu-buru. Sesuaikan dengan kondisi fisik dan kondisi pendakian saat itu. Tips mendaki gunung yang satu ini sangat penting ya, ingat!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mandalawangi

 " Lembah Kasih Mandalawangi"  Mandalawangi-Pangrango Senja ini, ketika matahari turun Ke dalam jurang-jurangmu Aku datang kembali Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu Dan dalam dinginmu Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan Dan aku terima kau dalam keberadaanmu Seperti kau terima daku Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada Hutanmu adalah misteri segala Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta Malam itu ketika dingin dan kebisuan Menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali Dan bicara padaku tentang kehampaan semua “hidup adalah soal keberanian, Menghadapi yang tanda tanya Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar Terimalah, dan hadapilah” Dan antara ransel-ransel kosong Dan api unggun yang membara Aku terima itu semua Melampaui batas-batas hutanmu Aku cinta padamu Pangrango Karena aku cinta pada keberanian hidup Djakarta 19-7-1966 Soe Hok Gie

Perbedaan Pendaki Jaman Dulu dan Pendaki “Jaman Now”

  Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan di alam terbuka. Karena tidak semua orang menyukai aktivitas ini, pendakian gunung masuk dalam kegiatan minat khusus. Kegiatan pendakian gunung kian hari semakin berkembang dan jadi semakin diminati. Tentu saja ada perbedaan antara jaman dulu dan sekarang. Perbedaan tersebut sebenarnya bisa dijadikan sebagai bahan perbandingan agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan kelestarian lingkungan. Inilah tujuh perbedaan pendaki jaman dulu dan pendaki  jaman now  versi saya: 1. Jumlah Pendaki jaman dulu secara jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan sekarang. Dulu hanya orang-orang tertentu saja yang menyukai kegiatan ini, terutama mereka yang tergabung dalam organisasi pencinta alam, misalnya mahasiswa pencinta alam. Sekarang, pendakian gunung tidak hanya digeluti oleh orang-orang yang tergabung dalam organisasi pencinta alam saja. Siapa pun yang ingin mendaki gunung bisa dengan mudah melakukannya. 2. Skill dan pengetahua...

Tips Mengurangi Penggunaan Plastik, Solusi Kebersihan Gunung.

  setiap kita menggunakan plastik, itu artinya adalah kita ikut menyumbangkan setitik benda yang tidak bisa didaur ulang untuk bumi kita. Dan jika tidak dapat didaur ulang untuk bumi kita, maka kita juga ikut tidak memperdulikan kebersihan lingkungan, pemeliharaan alam dan juga hal yang paling menyeramkan adalah penumpukan plastik yang dapat merusak alam kita. Setiap kita mengurangi penggunaan plastik, maka kejadian diatas bisa kita kurangi. Maka kita harus dan wajib mengurangi penggunaan plastik untuk kebutuhan kita sehari-hari. Nah areingers, seberapa besar penggunaan plastik kalian jika mendaki gunung? Yuk kita coba untuk kurangi. - Gunakan Tas Lipat Untuk mengurangi ruang di carrier kita, biasanya kita menggunakan plastik karena bisa dilipat. Nah Areingers, kita dapat menggunakan tas lipat untuk mengurangi penggunaan plastik, sama-sama bisa dilipat, lebih aman dan juga jika digunakan bisa muat lebih banyak dibandingkan plastik, dan juga tidak mudah rusak. - Gunakan Plastik Daur...